Sabtu, 24 Januari 2015

Jogya-Solo-Bandung

Malam sebelum osce tanggal 31 desember kemarin jadi salah satu malam ter-galau bagi seluruh mahasiswa khususnya anak pdu unsri yang masih menatap satu kertas kecil penuh akan pertanyaan anamnesis....

“ehem...selamat pagi ibu, saya dr. Aziska Rani bla bla bla...”

It was look like an idiot person when you spent so much hour just to make a dialogue with yourself. 

Setelah terkacip cukup lama (baca: 3 menit) esok harinya kami akhirnya menghirup udara bebas. Rasanya kek mau lebaran. Tiba-tiba kayak ada tasya nyanyiin soundtrack selesainya osce dengan riang gembira “libur tlaah tibaaa...libur tlah tibaaa...”. Makasih Tasya, sudah mengingatkan saya kalo libur memang bukan mitos (emot syedih).

Besoknya, saya, ibu sama bapak pergi menuju yogyakarta, sebuah kota yang penuh dengan kenangan (ortu saya), penuh dengan cinta (ortu saya lagi) dan penuh dengan manusia-manusia berlogat jawa yang sangat ramah. Rasis.

Di yogya, kami bertiga menginap di wisma kagama sebelum akhirnya pindah ke wisma MM UGM. Malam saat kami pindah hotel, saya menyempatkan diri dulu bertemu dua makhluk yang lagi dikangenin; adit dan lontong. Yeah, sebagai anak hits yogya, Adit  dan lontong ngebawa saya keliling jogya walaupun bentar dari jam 11 sampe jam 1 malem dan mampir buat minum secangkir green tea di dixie. Not bad. Kalau udah kangen jam berapa aja kita musti ketemuan ya gak?.


Tujuan utama di yogya adalah melakukan lava tour dan memburu bibit tanaman buah di magelang.

Jadi pengen tinggal di magelang....

Ini gak keliatan puncaknya, tapi aslinyaa keren banget guyss

Quote dari seorang seniman yang rumahnya hancur karena erupsi 



Besoknya, kami naik kereta menuju solo, sebuah kota tentram nan damai dengan seluruh toko batiknya yang aduhai. Naik kereta cukup enam ribu rupiah, lebih murah daripada naik becak di yogya yang kalo naruh harga kagak kira-kira. Memang yang baik cuman mamang becak solo. Mamang becak yang mau ngayuh dari pasar malem sekaten sampe hotel arini. Haduh, bayanginnya lagi gak tega...jadi pengen juga tinggal di solo...karena mamang-mamangnya baik-baik (?).

Ini salah satu tempat tongkrongan asik di solo, namanya Angkringan Tiga Tjeret

Dua hari di solo kayaknya kurang, eh pas ke bandung lebih kerasa lagi kurang lamanya. Banyaknya factory outlet yang berjejeran di jalan walau bikin kaki gempor tapi murahnya itu loh gaes...mungkin itu salah satu hikmah saya enggak kuliah di bandung. Saya lemah. Saya wanita biasa gaes gak kuat liat baju-baju murah. Huv.

Jadi pengen tinggal di bandung....

Tapi, pas sampe palembang, pas sampe kamar, rasanya gak ada yang lebih ngangenin dibanding kamar sendiri. Dibanding rumah sendiri. Semua kepengen-kepengenan itu kemudian sirna gaes...

Because, home is not about a place but who the people we spent with. 

Kamis, 18 Juli 2013

Fake



Banyak dari pribadi manusia bertanya, "apa yang terpenting dari sebuah pertemanan?". Jikalau saya yang ditanya saat itu, saya  bakal jawab "kepercayaan". Gak ada yang dibutuhkan selain kepercayaan satu sama lain. Anda kenal, percaya, dan kemudian mengobrol lebih jauh dengan seseorang. Tidakkah, itu disebut dengan pertemanan?.  Tapi, bagaimana jadinya jika seseorang yang anda beri kepercayaan sebagai teman, sudah mulai meragukan kepercayaannya untuk berteman dengan anda?.  Simpel. Tanyakan pada diri anda sendiri, apakah mereka masih dapat dipanggil "teman"? 

Minggu, 24 Februari 2013

Batas



Alih-alih kini aku membenci cahaya.
Tak seperti bintang selatan yang memberi sinar hanya kepada mereka yang ingin "pulang"
Akuilah, bahwa kita tak lagi sama.
Bahwa kita tak menemukan titik temu. Kau semakin berbeda. Aku kian berlalu.
Biarkan diam menjadi batas.
Kita tak perlu mencari persimpangan untuk berdalih, tetapi hanya butuh waktu untuk berkilah.

salam rindu.
tetaplah bersemangat untukku; untuk kita

untuk orang-orang yang sedang menjaga batas...